Jumat, 29 Oktober 2010

Hari Terakhir


Berat langkah kaki ini 
Melangkah,
Keluar dari sini
Hemmpphh... Rekind,,

Tempat aku menemukan hal hal baru..
Tempat aku megenal dunia kerja
Tempat aku mulai bersosialisasi..

Awalnya aku ragu,
Awalnya aku sungkan,
Karena disini,
Di Rekind,
Aq belum tau apapun dan mengenal siapapun.

Tapi,,
Setelah waktu berjalan, berjalan, dan terus berjalan,,
Aq suka tempat ini,,
Aq nyaman disini,
Aq merasa ini adalah rumah keduaku,,
Dengan kebersamaan yang ada,
Dengan tawa canda,,
Dengan saling menghormati dan mengasihi,,
Aku suka tempat ini..

20 Sepetember 2010. ulang tahun aku dan mba mir 
dari kiri ke kanan (Pak Eko, Pak Hangga, Aku, Mba?, Mba Tutut, 
Mba Dinda, Mba Dewi, Pak Adhi, Pak Osca, Pak windu
Duduk, Mba mir nd Mba Djatuk

Sayangnya,,
Waktu mengharuskan ku pergi,
Meninggalkan semua,
Semuanya,,
Yaa apa mau dikata?
Ini memang belum menjadi habitatku,
Biarlaahh..
Aq akan menyimpan kenangan berharga ini di hatiku,
Dan selamanya akan menjadi kenangan manis,
Semoga suatu saat nanti aku bisa kembali kesini,
Ke Rekind,,
Dan aku suatu saat nanti akan menjadi bagian 
Dari Tempat ini,

Kamis, 28 Oktober 2010

Yang Terlupakan

Ay,,
Kusambut pagi ini dengan senyum,,
Dengan harap kau lantunkan nyanyian rindu untukku,,
Setidaknya sapaan hangat darimu,,

Ay..
Aku tetap menunggu disini..
Berharap kau sadar akan satu kekurangan,,
Dan segera membelenggu pikiran-pikiran negatif
Yang berputar di otakku sekarang,,

Ay..
Apakah kau benar-benar lupa?
Makna dari hari ini?
Awal cinta kita?
Kita mulai semuannya,,
Heemmm..
Yasudahlah,,

Selasa, 26 Oktober 2010

Karena Wanita Ingin Dimengerti

Lekuk indah hadirkan pesona
Kemuliaan bagi yang memandang
Setiamu simbol keanggunan
Khas perawan yang kau miliki

Akulah pengagum ragamu
Tak ingin ku menyakitimu
Lindungi dari sengat dunia yang mengancam
Nodai.. Sucinya lahirmu

Karena wanita ingin dimengerti
Lewat tutur lembut dan laku agung
Karena wanita ingin dimengerti
Manjakan dia.. dengan kasih sayang

Ingin kuajak engkau menari
Bermandi hangat cahaya bulan
Sebagai tanda kebahagiaan
Dari semesta.. Cinta kita

Karena wanita ingin dimengerti
Lewat tutur lembut dan laku agung
Karena wanita ingin dimengerti

Manjakan dia.. dengan kasih sayang
Bintang Terang itulah dirimu
Janganlah redup dan mati
Aku dibelakangmu memeluk
Dan.. menjagamu

Jumat, 22 Oktober 2010

Tentang Rasa

Papa,,
Aku sayang kamu,,
Aku cinta kamu,
Biarpun banyak masalah menghadang,
Aku ingin tetap memprjuangkan cinta kita,
Aku ingin tetap bersama papa,
Aku gag mau kehilangan papa,, :-)

Memori yang Rusak

Dunia berhenti sejenak,
Hanya untuk menertawakanku,
Ya tertawa dalam pedih ini,
Aku terpuruk oleh lubang yan kugali sendiri,,

heemmhh,,
Konsekuensi yang harus ku pikul,
Atas kebodohanku selama ini,
Menjadi manusia tanpa akal dan budi,

Siapa lagi yang akan tertawa?
Setelah langit
Bumi,
Beserta monyet-monyet menjijkan itu?
Kalian mau ikut?
Silahkan tertawalah kalian,,
Sepuas udel kalian pun,
Aku tak perduli,
Karena hati dan perasaan ini telah terkuras habis,
Masalah bertubi-tubi membuat imunku bekerja keras,
Terkuras habis sudah,
Hingga rusak,
Dan tak berfungsi,

Dunia berhenti sejenak,
Hanya untuk menertawakan ku
Ya tertawa dalam pedih ini,
Aku terpuruk oleh lubang yang kugali sendiri,,

Kamis, 21 Oktober 2010

Jauuh..
Pergii,,
Hilaang,,

Rabu, 13 Oktober 2010

Kabut dalam hidup

Dari sisi mana ku harus menatap semua ini??
Andai maksud itu tersurat,,
Sungguh mudah bagiku mengamil keputusan..

Ku coba,,
Bersama kawanan burung,,
Duniaku tertutup awan kelam,,

Bersama ikan ikan
Napas ku sesak,,
Paru paruku tidak bisa menerima,,
Bersama bunga-bunga
Peluh ini bercucuran..
Tak sanggup menhan panasnya mentari..

Oh Tuhaan..
Apa yang harus kulakukan?
Haruskah aku berlari?
dari awan yang melindungiku dari teriknya matahari??
Dari air yang selalu memberiku energi?
Dari mentari yang slalu menyinari hari-hariku?

Kamis, 23 September 2010

Periih

Hancur hatiku
Saat melihat engkau tengah bersamanya
Dan malam pun menjadi saksi bisu
Jeritan hati seorang kekasih

Dimana perasaanmu
Cinta yang kau hembuskan dahulu  hilang sudah
Seiring rasa benci menggelayuti hati ku
Begitu mudah untukmu berpaling dari cinta kita

Tapi tak dapat aku pungkiri
Begitu sulit melupakanmu yang pernah da disisiku
Hingga kini,, ku tetap menanti dirimu
Berharap dan berharap
Kau bisa kembali ke pangkuanku

PENATIAN PANJANG

Disini ku berdiri
Menanti seorang pengikat hati
Disini ku mencari
Bayang dirimu walau tak pasti

Kemana?
dirimu yang selalu temaniku
Dikala ku butuh seseorang tuk merjga hati ini

Dewi..
Aku tetap menantimu,
Sampai kapanpun ku tetap disini
Menanti dirimu tak kunjung datang
Kembalilahh..
Dihidupku yang sepi ini
Kungin kau kembali..

Selasa, 07 September 2010

Jakarta

Menunggu..
Tetap menunggu,
Sedari tadi
Dari 60 derajat
Hingga 60 menit kemudian..

Hem,,
Jantung Indonesiaku
Sesak,, Penat,,

Selimut kabut hitam
Bergumpal bebas di udara
Bising
Anak iblis dengan teriakannya..

Menunggu
Tetap menunggu
Sedari tadi
Dari 60 derajat
Hingga 60 menit kemudian..

Kebersamaan

Senyum merekah diantara kita
Kawanan burung menari di awan
Perbincangan kita
Pada malam terang
Menghancurkan
Gunung es diantara dua sawah yang menguning

Riang..
Malam tadi
Sembari menunggu seruan sang pencipta
Gelak tawa dan canda melingkupi

Hangat..
Kita semua menyatu
Cucu-cucu adam
Mengembara dalam kehidupan
Bersama
bergandengan tangan..

Senin, 06 September 2010

kampung halaman

Kicau burung
Gunung-gunung
Gemercik air,,
Mengingatkanku




Ooohh...
Kampung Halamanku,,

Kemana Perginya?

Pagi ini
Mendung..
Mentari sembunyi di balik awan
Suram..

Hingga siangpun
Matahari tak menampakan cerahnya
Senyumnya pun kecut
bahkan
Tak ada sedikitpun bias cahaya??

Mengapa hilang??
Bagaimana bisa??
Siapa yang bertanggung jawab atas semua ini?!!

Kembalilah..
Pancarkan megahmu..
Sinarmu,,
Kurindu

Palsu

Letih
Merantai hati
Pilu
Luka batin ini

Cinta
Kian datang nan pergi
Malu
Melucuti tubuh ini

Hati ini tertutup kepalsuan
Saat yang salah menjadi benar
Saat si wakil tak lagi amanah

Sungguh keji rasanya
Jika saat ini
Cinta hanya diukur
Dengan sebatas materi

Jumat, 03 September 2010

Sendiri Disini

Aku tetap disini..
Diam dan menyendiri..

Aku masih disini..
Menanti dan menanti..

Aku masih disini..
Hingga tak dapat berlari..

Aku masih disini,,
Dan tetap disini,,
Hingga sesorang menghampiri
dan Menemani...

Rindu Dirimu

Ayaahh...
Sampai kapan ku harus Menanti??
Katamu kau akan kembali??
Menemani hari hariku yang sepi..

Ayaahh..
Kapankah kau kembali??
Aku sudah tak kuat lagi,,
Hidup tanpa dirimu sepi..

Ayaahh..
Kini ku mulai menyadari,,
Dirimu tlah pergi,,
Dan takkan kembali..

Untaian Kata

Kadang ku berfikir..
Akan menjadi apa aku nanti??
Apakah aku bisa menjadi yang terbaik untuknya?
Hingga kini pertanyaan ini masih berkecamuk dalam benakku..
Apakah dya bisa tersenyum
Disana??
Melihatku yang semakin lama tumbuh dewasa,,
Berkembang..
Dan kini sudah mulai mengerti,,
Apa itu CINTA??
Dan akupun sekarang belum tahu,,
Apakah ia disana bisa menerima aku yang sekarang??
Yang mulai nakal dan tidak sepatuh dulu..
Aq sadar bahwa,,
Ia tidak akan senang dengan aku yang sekarang,,
Tapi inilah aq..
Aq yang dahulu belum mengerti apa-apa,,
Kini sudah memiliki segenap pengetahuan..
Aq yang dulu manja,,
Kini sudah menjadi anak yang lebih mandiri..
Aq yang dulu cengeng,,
Kini bisa lebih tegar mengahadapi realita kehidupan..
Maaf jika aku tidak bisa menjadi seperti yang kau inginkan..
Maaf jika aku tumbuh menjadi anak yang pembangkang..
Maaf jika aku telah mengecewakanmu..
Maaf jika aq hanya membuatmu menangis disana..
Maaf,,
Hanya satu kata yang dapat kuutarakan padamu
Inilah aq,,
Manusia biasa yang hanya menjalai hidup apa adanya..
Yang juga bisa menjadi egois dan pembangkang,,
Dan takkan pernah untuk menjadi seseorang,,
Yang beda,,
Yang berarti bukan aku seutuhnya..

Valentine bwatd "Wie"

Sebelumnya w mau ngasih tau nd mnta mav, puisi ini bkan original punya gw..
Ini puisi dari "Widagdo Bayuaji" yang gw ambil dari Anggrek Biru.
Jujur gw terkesan banget sama ni puisi, dan gw pengen lo semua baca, jadi gw copy ke blog gw ini.

"Valentine Bwadt Wie"

Inilah saat ingin ku sentuh lagi langitmu
Meski kau telah tertidur lama disini
Kutanam berikut rindu, yang tak gugur bermusim-musim
Ini Februari ke-10, aku bersimpuh lagi

Aku sendirian merajut dan menumbuhkan ini semua Wie
Untuk Kita,
Untuk sepi penggantimu
Terasa tetap manis kok Wie,
Saat kita berdekatan begini, disini
Di tiap Februari yang sama

Bolehkah aku menangis,
Sekali ini saja Wie?
Agar rindu kali ini sampai padamu
Lewat tetes embun pertama yang mengalir
Demi hidup yang terpasung olehmu
Aku tetap kekasihmu,
Sampai hela nafas terakhir
Met Valentine ya Wie...

Seneng banget deh bisa masukin karya sebagus ini di blog aq.
Aq kasih A+ buat mas Widagdo buat puisinya..

Penantian yang Panjang

Pagi ini,,
Aku sudah membuat rencana,,
Aku ingin menjalani setiap pagiku dengan senyummu,,
Melihat terbitnya matahari bersamamu
Membuat sarapan pagi untukmu,,
Dengan cintaku tentunya..
Tapi kau tak datang..

Siang ini aku berfikir,,
Ingin melewati siang hangat ini denganmu,,
Jalan-jalan,,
Bersenda Gurau,
Atau hanya dengan bermalas-malasan dirumah,,
Denganmu tentunya..
Tapi kau tak datang..

Di suatu senja aku berpikir..
Ingin menyaksikan
Mtahari terbenam,,
Ditengah desiran ombak pantai,,
Yang merajuk untuk aku terlelap
Dalam desiran ombak
Dan hembusan angin,,
Tapi kau juga tak kunjung datang..

Aku tak bergeming,,
Dan tetap menantimu,,
Walau kau tak kunjung datang,,
Aku tetap ingin menghadapi hari-hari ku bersamamu..

Hingga malam harinya aku masih berfikir,,
Aku ingin selalu bersamamu,,
Hinga nadi tak berdetak,,
Hingga napas tak berhembus,,
Dan hingga tubuh ini menyatu dengan tanah,,
Semua karena aku begitu mencintaimu..
Tapi kau belum juga datang

Dan semua itu terus berlanjut disetiap harinya..
Hingga pada malam hari,,
Aku mulai lelah menantimu yang tak kunjung datang,,
Ku buang semua asaku bersamamu,,
Ku tak mengerti apa yang ada dalam otak manusia itu??
Ku tak tahu, apakah ia sudah tidak mempunyai hatyi nurani??
Hingga membiarkan aku selalu menunggu dan menunggu kehadiranya,,

Dan saat ini juga aku mulai sadar dan berfikir,,
Untuk apa aku menanti orang yang sama sekali tidak memperdulikan aku??
Aku kini telah menemukan dia dalam hidupku,,
DIA yang tentunya LEBIH BAIK DARIMU!!
Dan aku bersumpah,,
Akan melupakan kenangan-kenangan tentangmu,,
Karena mengingatmu,,
Adalah hal yang sangat menyakitkan bagiku..

Andai Masih Ada Kesempatan

Telah habis waktuku
Menyesali semua ini
Deri fajar hingga petang
Diri ini tetap terpaku

Tak terasa
bulir bulir kristal jatuh dari kelopaknya
aku percaya
Andai saja ia melihatnya
Pasti akan murka

Salahku...
Semua ini salahku..
Bodohnya aku
Hingga tak tahu
Harus kemana aku berlari

Sang khalik kecewa,,
Mungkin,,
ia telah memberi persimapangan yang mudah..
Padahal,,
Itulah aku,,
Dengan sangat bodoh
Mengambil sisi yang lain..

Kini ku letih,,
Mungkin,,
Sampai tiba waktuku,,
Tetap kehilangan jiwa yang lain..
Sampai aku mengembara dalam
kegelapan..

Senin, 23 Agustus 2010

Cinta Kita

Inilah aku apa adanya..
Yang ingin membuatmu bahagia..
Maafkan bila ku tak sempurna..
Sesempurna cintaku padamu..

Ini juga ku apa adanya,,
Yang ingin slalu disampingmu,,
Ku tahu semua tak da yang sempurna,,
Dibawah kolong langit ini,,

Jalan kita masih panjang..
Kuingin kau slalu disini..

Biar cinta kita
Tumbuh harum mewangi
Dan dunia menjadi saksinya..
Untuk apa kita membuang-buang waktu
Dengan kata-kata perpisahan..

Demi cinta kita
Aq akan menjaga
Cinta kita, yang tlah kita bina..
Walau hari, terus berganti hari lagi
Cinta kita abadi slamanya...

Pasrah

Yaa Robb...
Mengapa semua menjadi seperti ini??
Aku ingin selalu bersamanya..
Tapi ku tak bisa terus seperti ini

Ku merasa jiwaku tlah hampa
Hilang...
Bersama rasa egoku..
Ku terus mencoba menjadi yang terbaik
Tapi semua berubah seperti ini

Jujur..
Aku ikhlas..
Tapi mengapa??
Semakin ku mencoba berubah menjadi lebih baik
Aku menjadi semakin tersiksa
Sakit hati ini menerima kenyataan
Bahwa aku tlah menjadi manusia yang lemah..
Setiap senyum yang ku kembangkan
Itu semua palsu..
Semata untuk menenangkanya..
Dan itu berhasil..
Aku tak ingin menjadi benalu dihatinya..
Tapi ku juga tak ingin menjadi kerbau yang di cucuk hidungnya...

Yaa Robb..
Berikan petunjuk dan kebesaranmu..
Jika ia memang untuk ku,,
Dekatkanlah iia
Tapi jika dia bukan untuk ku,
Kumohon jauhkanlah ia dari hidupku..

Jumat, 20 Agustus 2010

Sempurna

Sempurna..
Kata yang menggambarkan peraaan ku saat ini..
Ku memilikinya..
Dya..
Seseorang yang slalu menemaniku..
Dya..
Seseorang yang selalu mengajariku,..
Aap arti hidup dan bagaimana cara menyikapinya..
Dya..
Tak pernah berhenti dan lelah bersamaku..
Dya...
Yang selalu membuatku merasa nyaman..
Dya...
Seseorang yang sangat berarti dalam hidupku..
Dya adalah makhluk sempurna
Yang diberikan tuhan untuk ku..
Untuk membuat hidupku menjadi sempurna...

Senin, 16 Agustus 2010

Nobody's perfect

Semua yang kau lakukan...
perjuangan mu...
Kasihmu..
Seharusnya cukup untuk membuatku bahagia..

Mungkin ku yang terlalu munafik
Tidak dapat menyadari semua itu..
Dan selalu merasa kurang..
Atas anugrah terindah tuhan untuk ku..
Yaitu kau..

Kini ku menyadari..
Diam mu bukan berarti tak peduli
Marah mu bukan berarti benci..
Tangis mu untuk ku bukan berarti lemah..

Ku mulai menyadari..
Semua itu untuk ku
Untuk kebaikanku..
And nobody's perfect, Nisa!!

Jumat, 13 Agustus 2010

Lancar

Semua berjalan lancar
YYaa....
Kurasa begitu
Sampai saat ini tentunya..

Baik..
Semua kuharap terus seperti ini
Tak da lagi keraguan.
Dalam benaku..
Aku percaya dia...

Semoga
Ini bukan sebuah kebohongan publik
Yang akhirnya hilang begitu saja
Kuingin terus seperti ini,,
Dan terus menjadi lebih baik..

Jumat, 06 Agustus 2010

Perjalanan Hidup

Telah tiba waktuku
Untuk menentukan pilihsn
Yang mana kupilih
Itu harus yang terbaik

Entahlah..
Aku pun tak meyakini hal ini
Ini baik ataupun Buruk
Tetap kujalani

Semua berakhir dengan baik
Hingga kini
Ya... Hanya itulah yang kurasakan
Hingga saat ini tentunya

Harapan kini tlah terkabul
Senang dan haru
Tak lupa ku mengucap syukur
Pada sang khalik
Yang tak lelah menemaniku

Rabu, 04 Agustus 2010

Salah Persepsi

Andai Kau tahu..
Betapa aku mencoba menjadi yang terbaik..
Bagimu..
Hanya untukmu..

Tapi semua tidak berjalan seperti yang aku inginkan..
Kau malah membenciku..
Semuanya salah
Tak sejalan denga harapanku..

Cinta yang begitu menggebu..
Kini terhempas tiupan angin
Kadang harapan itu muncul..
Di tengah pikiranku yang kosong..
Hanya tentangmu..
Tentang dirimu..
Hingga ku menangis dalam balutan senyum sang malam..

Harapan dalam sebuah cinta

Maaf Kasih,,
Bila ku tak seperti dulu..
Maff...
Bila ku tak bisa mengendalikan egoku
Maaf...
Bila ku terlalu naif,,
Untuk mengakui keslahan yang telah kubuat..

Cinta ini indah pada awalnya..
Namun kenapa berakhir seperti ini??
Kenapa kau tak lagi bisa untuk mengerti lagi??
Seperi dulu,,
Seperti awal kisah kasih kita..

Lembutmu kini telah hilang
Berganti dengan jenuh mu terhadap kisah kita
Terutama aku yang selalu membuat mu marah..
Tak terkecuali salah pahamku terhadapmu..
Yang semakin membuatmu jengkel..
Barangkali..

Kurasa senyumku cukup...
Tapi tenyata tidak..
Bahkan air mataku meleleh pun..
Tak dapat menghentikan semuanya..

Tuhaan...
Berikan aku kekuatan untuk menjalani semua ini..
Aku ingin tetap bersamanya..

Sabtu, 12 Juni 2010

Tahukah Kau??

Entah sejak kapan ku mulai menyadari ini
Sesuatu yang sangat indah
Sesuatu yang sangat berarti untuk ku
Ku tau ku tak pantas merasakan ini
Namun ku terlanjur masuk
Kedalam kobaran api yang menyala sangat besar

Andai saja kau tahu
Betapa ku mengharapkanmu
Lebih dari segala yang terbaik untuk ku
Andai kau tahu betapa berat pengorbananku
Untuk mu..

Melawan kuat arus yang menghalangiku
Namun ku tak peduli semua itu
Ku tentang para penghidupku
Kau tahu??
Semua itu untukkau
Kau yang mengisi kekosongan di relung hatiku

TAMAK

Iba
Kata yang tak pernah ku dengar
Dari seekor kancil
Yang tega menghabiskan wortel pak tani

Iba
Kata yang tak pernah ku dengar
Dari mulut monyet
Yang telah sampai di puncak pohon pisang

Iba
Kata yang tak pernah ku denagr
Dari para lintah darat
Yang telah mengambil hartarakyat

Iba
Kata yang kini terdengar klise
Bibir mengucap.. Hati bersorak
Tak ada lagi kemurnian
Dari semua yang dilontarkan mulut
Tentang satu kata
“IBA”

Semua karna telah hilangnya hati nurani
Semua karena setan yang merasuk hati
Rasa tamak merajai
Hati yang kerdil

Hingga kini
Semua si miskin tak lagi punya harta
Dan si kaya semakin Tamak
Itulah kenyataan yang harus kita hadapi hidup ini

SENANDUNG RINDU

Dalam malam sepi
Ku terngiang kasihmu
Belaian tanganmu
Kearifanmu
Semua tentang mu
Ku rindu ayah

Tak pernah ku berfikir
Kau mendahuluiku secepat itu
Ingin ku berteriak
“ Jangan Pergi”
Tapi apa daya??
Ku hanya hamba yang menyembahnya

Tuhan…
Izinkan Aku melihat senyumnya
Izinkan aku merasakan belaianya
Izinkan aku mencium keningnya
Izinakan aku mencium tanganya
Izinkan aku menunjukan bahwa aku
Bisa menjadi anak baik baginya
Izinkanlah walau hanya
Dalam mimpi
Ayah….. Aku merindukanmu

Petani Tua itu Menangis

Petani tua…
Kini asanya dipendam dalam dalam
Kala pertiwi tak lagi menghidupinya
Hanya harapan terpendam

Siang malam bersama sang kekasih
Selalu menemani setiap detik yang dilauinya
Cangkul tua yang kini mulai rapuh
Saksi bisu atas jasa jasanya

Saat tanah mulai kering
Saat hujan tak lagi turun
Peluh mulai bercucuran
Dengan izin sang buaya ia mulai mengambi air
Demi tumbuhnya sang benih

Higga kini
Hingga rambut mulai putih
Hingga kulit mulai keriput
Hingga gigi perlahan hilang dari tempatnya
Hingga kaki tak lagi kuat menopang tubuhnya

Tak ada yang bisa ia perbuat
Kehilanagn kegagahan bagai kehilangan hidupnya
Tanpa anak tanpa cucu

Masa tua kini dilaluinya sendirir
Semua karena pengabdianya terhadap bangsa
Hingga ia tak peduli lagi terhadap hidupnya

Sesal kini bersarang dalam hati
Karena bangsa yang diperrjuanngkanya
Tak pernah ingat akan jasa jasanya
Tak ada yang peduli
Masa muda telah dihabiskanya
Kini ia menangis sendiri
Tanpa teman dan kerabat
Dan tangisan itu
Simbol dari penyesalannya

KASIH MAMA

Lembut belaimu
Lembut kasihmu
Lembut cintamu
Rasa itulah akudapat
Dari tangan indahmu
Mama…

Kerlingan matamu terlihat lesu
Wajahmu tak lagi berseri
Tanda kau lelah
Namun belaimu tetap tulus
Tak pandang ku melakukan apa
Tak pandang ku telah merepotkanmu
Dari kecil hingga dewasa

Kasihmu sepanjang masa
Cintamu abadi
Kini ku ingin belajar darimu
Belajar mencintai sepenuh hati
Seperti kau mencintaiku
Terima kasih mama
Aku mencintaimu…

Harga

Berapa kita harus membayar
Untuk pahlawan yang rela mati
Berapa kita harus membayar
Untuk ibu yang telah melahirkan dan merawat kita
Berapa yang harus kita bayar
Untuk guru yang telah mendidk kita
Berapa yang harus kita bayar
Untuk perjuangan ayah siang dan malam

Pernahkah terbesit dalam benak kita
Semua itu butuh pengorbanan
Semua melakukan segalanya demi kita
Semua yang terbaik untuk kita

Buka matamu nak..
Semua tak lagi mudah
Semua tak sendiri
Semua butuh jasa mereka

Akankah kita bermalas malasan seperti ini
Menyia-nyiakan semua pengorbanan mereka
Tanpa rasa bersalah
Hambur hamburkan uang
Bolos sekolah
Memaki ibu

Tanpa kita sadari
Kita telah menjadi manusia
Yang tidak tah balas budi

Derita

Apa dia tahu
Ku menangis karenanya
Ku tak terjaga karenanya
Ku terluka karenanya

Setiap malam hanya asa terpendam
Terukir di dada
Tapia pa daya?
Semua sirna karenanya

Ku tak lagi bebas
Ku tak lagi bahagia
Semua hanyalah palsu
Ku bagai seekor burung
Yang terpenjara dlam sangkar

Tak bisa terbang
Bersama kawanan burung yang lain
Hnanya bisa memandang
Dan menangis dalam hati
Inikah takdirku??
Apa memang ini jalan tuhan
Yang mengharuskan ku terpenjara??

Minggu, 30 Mei 2010

Cinta

Apa itu cinta???
Sejak lama ada di benaku
Tapi ku tak pernah juga mengerti
Entah sampai kapan
Ku berhenti untuk mencari jawabannya
Aku tumbuh dewasa seiring berjalanya waktu
Dan perlahan ku mulai mengerti
Apa itu arti cinta yang sebenarnya
Dan sejak itu pun aku
Mulai merasakan betapa indahnya dunia ini
Dengan cinta aku dapat berdendang
Dengan cinta aku dapat menari di awan
Cinta memang tak dapat dilihat
Cinta memang tak dapat didengar
Cinta memang tak dapat disentuh
Namun cinta dapat di rasakan dengan ketulusan hati
Cinta membuat semuanya berubah menjadi surga
Dimana para malaikat menjaga dewi dewi
Menjaga nya dengan segenap hati dan ketulusan jiwa
Jiwa yang tak pernah ternodai oleh makhluk jahat yang bernama Iblis
Dia yang menyebabkan adam tsk pernah dapat
Merasakan lagi indahnya surga di mana ia tinggal
Dan ia pun harus tinggal di bumi
Bersama makhluk makhluk busuk nan kejam
Yang tak pernah lagi menghargai apa itu arti kebersamaan
Apa itu arti cinta
Cinta yag kini di artikan sebagai pelampiasan nafsu setan belaka
Cinta yang tak mengenal ketulusan hati
yang di mililki maalaikat untuk sang dewi
Cinta kini tak semurni dulu
Yang di letakan di atas segalanya
Kini cinta hanya sekadar rasa ingin memiliki
Rasa ingin menguasai satu sama lain
Dimana cinta mengaharuskan adanya hubungan fisik di antara satu sama lain
Masihkah cinta saat ini memiliki arti yang hakiki?
Di mana ada keabadian dalam menjalin cinta??
Rasanya setelah cinta kehilangan arti sesungguhnya
Sulit untuk kita mendapatkan cinta yang sejati
Cinta yang tidak hanya memandang fisik
Cinta yang hanya mengandalkan kecocokan satu sama lain
Yang nantinya akan sirna seiring berjalannya waktu
Yang akan berpisah dengan hanya satu kalimat
“Tidak ada kecocokan lagi antara kami”
Sungguh sangat klilse rasanya
Jika kita berpisah hanya karma tidak ada lagi kecocokan
Bukankah cinta sesungguhnya adalah
Menyatukan dua hati yang sama sekali memang tidak ada kecocokan
Tapi dengan perbedaan itulah kita dapat melengkapi satu sama lain
Dimana yang satu mengisi hati yang lainnya
Itulah arti cinta sejati yang sesungguhnya
Cinta yang abadi sampai hayat memisahkan






Oleh: Anisa Fikri

Rabu, 21 April 2010

Tanyaku

Malam semakin gelap...
Memancarkan indahnya rembulan...
dikelilingi bintang bintang nan gemerlap
Sungguh malam yang sangat indah
Tapi...
Sepertinnya aku tidak merasakan keindahan itu
Q tak bisa melihat bintang" yang kemilau
Hanya malam dengan gelap dan sepinnya
Yang menyelimuti malam ku
Mengapa bisa seperti ini??
Kenapa??
Ku hanya bertanya dalam hati
Hingga akhirmya ku menyadari
Bahwa ku telah kehilangan engkau
Engkau yang selama ini menjadi pelita dalam hidupku
Ayah...

Jumat, 09 April 2010

Anak Jalanan

Kerikil tajam nan panas
Harus ditempunya tanpa alas
Kaleng kecil ditanganya
Setia menemani setiap langkahnya
Baju lusuh bercampur keringat
Tak lagi jelas warnanya
Ya… itulah gadis malang
Ditinggal ayah ibu
Tanpa sahabat dan kerabat
Sendiri…
Hanya sendiri..
Berjuang melawan kekerasan jaman

BIMBANG

Bimbang..
Andai kau hadir lebih dulu
Andai ku belum menjadi miliknya
Andai mudah bagiku
Tuk menentukan pilihan
Q menginginkan Mu
Tapi dia tlah disisiku
Lebih dulu
Bahkan sebelum kau hadir
Tapi kau datang
Mengombang ambingkan perasaanku
Membuat q letih
Menghadapi semuannya
Q bahagia bersamamu
Tapi q tak bisa meninggalkannya
Q mencintaiMu
Tapi q lebih dulu menyayanginya
Lalu apa yang harus q perbuat
Untuk dua pilihan yang sulit ini?

Hilang

Tak ada lagi senyummu
Tak ada candamu
Tak ada lagi tangismu
Tak ada lagi kerlingan matamu
Tak ada lagi rayuan dari mulutmu
Semua hilang…
Musnah… Tak tersisa
Hanya kenangan yang kau tinggal
Namun cukup bagiku
Tuk mengenang dirimu
Dalam balutan rindu
Kasih kembali pada sang khalik
Sayang terpendam dalam nadi
Cinta dahulu ku simpan dalam
Berharap hilang seiring bejalannya waktu
Menemukan pengganti dirimu
Tuk menempati ruang kosong dalam hati
Karena Mu
Yang pergi mendahuluiku
Cintaku….

Letih

Tersiratkah dalam lamunanmu?

Tangisku dalam diamku

Tawaku dalam tangisku

Semua itu hanya palsu

Hanya untukmu q berlaga

Tertawa dalam tangis

Untuk menghiburmu yang sedang kalut

Pernahkah kau berfikir?
Diamku tak berarti tenang
Pejam mataku tak berati nyaman
Tahukah kau?
Kuletih dengan semua ini
Lelah dengan acuhmu terhadapku

Q tak pernah berharap kau membantu

Q tak pernah berharap kau berkecimpung

Q hanya inigin kau mengerti

Q hanya ingin kau peduli

Q hanya inigin kau keluar

Barang sedikit untuk melihatku

Ynag diam diam menagis

Dalam balutan semyumku