Rabu, 21 April 2010

Tanyaku

Malam semakin gelap...
Memancarkan indahnya rembulan...
dikelilingi bintang bintang nan gemerlap
Sungguh malam yang sangat indah
Tapi...
Sepertinnya aku tidak merasakan keindahan itu
Q tak bisa melihat bintang" yang kemilau
Hanya malam dengan gelap dan sepinnya
Yang menyelimuti malam ku
Mengapa bisa seperti ini??
Kenapa??
Ku hanya bertanya dalam hati
Hingga akhirmya ku menyadari
Bahwa ku telah kehilangan engkau
Engkau yang selama ini menjadi pelita dalam hidupku
Ayah...

Jumat, 09 April 2010

Anak Jalanan

Kerikil tajam nan panas
Harus ditempunya tanpa alas
Kaleng kecil ditanganya
Setia menemani setiap langkahnya
Baju lusuh bercampur keringat
Tak lagi jelas warnanya
Ya… itulah gadis malang
Ditinggal ayah ibu
Tanpa sahabat dan kerabat
Sendiri…
Hanya sendiri..
Berjuang melawan kekerasan jaman

BIMBANG

Bimbang..
Andai kau hadir lebih dulu
Andai ku belum menjadi miliknya
Andai mudah bagiku
Tuk menentukan pilihan
Q menginginkan Mu
Tapi dia tlah disisiku
Lebih dulu
Bahkan sebelum kau hadir
Tapi kau datang
Mengombang ambingkan perasaanku
Membuat q letih
Menghadapi semuannya
Q bahagia bersamamu
Tapi q tak bisa meninggalkannya
Q mencintaiMu
Tapi q lebih dulu menyayanginya
Lalu apa yang harus q perbuat
Untuk dua pilihan yang sulit ini?

Hilang

Tak ada lagi senyummu
Tak ada candamu
Tak ada lagi tangismu
Tak ada lagi kerlingan matamu
Tak ada lagi rayuan dari mulutmu
Semua hilang…
Musnah… Tak tersisa
Hanya kenangan yang kau tinggal
Namun cukup bagiku
Tuk mengenang dirimu
Dalam balutan rindu
Kasih kembali pada sang khalik
Sayang terpendam dalam nadi
Cinta dahulu ku simpan dalam
Berharap hilang seiring bejalannya waktu
Menemukan pengganti dirimu
Tuk menempati ruang kosong dalam hati
Karena Mu
Yang pergi mendahuluiku
Cintaku….

Letih

Tersiratkah dalam lamunanmu?

Tangisku dalam diamku

Tawaku dalam tangisku

Semua itu hanya palsu

Hanya untukmu q berlaga

Tertawa dalam tangis

Untuk menghiburmu yang sedang kalut

Pernahkah kau berfikir?
Diamku tak berarti tenang
Pejam mataku tak berati nyaman
Tahukah kau?
Kuletih dengan semua ini
Lelah dengan acuhmu terhadapku

Q tak pernah berharap kau membantu

Q tak pernah berharap kau berkecimpung

Q hanya inigin kau mengerti

Q hanya ingin kau peduli

Q hanya inigin kau keluar

Barang sedikit untuk melihatku

Ynag diam diam menagis

Dalam balutan semyumku