Kamis, 23 September 2010

Periih

Hancur hatiku
Saat melihat engkau tengah bersamanya
Dan malam pun menjadi saksi bisu
Jeritan hati seorang kekasih

Dimana perasaanmu
Cinta yang kau hembuskan dahulu  hilang sudah
Seiring rasa benci menggelayuti hati ku
Begitu mudah untukmu berpaling dari cinta kita

Tapi tak dapat aku pungkiri
Begitu sulit melupakanmu yang pernah da disisiku
Hingga kini,, ku tetap menanti dirimu
Berharap dan berharap
Kau bisa kembali ke pangkuanku

PENATIAN PANJANG

Disini ku berdiri
Menanti seorang pengikat hati
Disini ku mencari
Bayang dirimu walau tak pasti

Kemana?
dirimu yang selalu temaniku
Dikala ku butuh seseorang tuk merjga hati ini

Dewi..
Aku tetap menantimu,
Sampai kapanpun ku tetap disini
Menanti dirimu tak kunjung datang
Kembalilahh..
Dihidupku yang sepi ini
Kungin kau kembali..

Selasa, 07 September 2010

Jakarta

Menunggu..
Tetap menunggu,
Sedari tadi
Dari 60 derajat
Hingga 60 menit kemudian..

Hem,,
Jantung Indonesiaku
Sesak,, Penat,,

Selimut kabut hitam
Bergumpal bebas di udara
Bising
Anak iblis dengan teriakannya..

Menunggu
Tetap menunggu
Sedari tadi
Dari 60 derajat
Hingga 60 menit kemudian..

Kebersamaan

Senyum merekah diantara kita
Kawanan burung menari di awan
Perbincangan kita
Pada malam terang
Menghancurkan
Gunung es diantara dua sawah yang menguning

Riang..
Malam tadi
Sembari menunggu seruan sang pencipta
Gelak tawa dan canda melingkupi

Hangat..
Kita semua menyatu
Cucu-cucu adam
Mengembara dalam kehidupan
Bersama
bergandengan tangan..

Senin, 06 September 2010

kampung halaman

Kicau burung
Gunung-gunung
Gemercik air,,
Mengingatkanku




Ooohh...
Kampung Halamanku,,

Kemana Perginya?

Pagi ini
Mendung..
Mentari sembunyi di balik awan
Suram..

Hingga siangpun
Matahari tak menampakan cerahnya
Senyumnya pun kecut
bahkan
Tak ada sedikitpun bias cahaya??

Mengapa hilang??
Bagaimana bisa??
Siapa yang bertanggung jawab atas semua ini?!!

Kembalilah..
Pancarkan megahmu..
Sinarmu,,
Kurindu

Palsu

Letih
Merantai hati
Pilu
Luka batin ini

Cinta
Kian datang nan pergi
Malu
Melucuti tubuh ini

Hati ini tertutup kepalsuan
Saat yang salah menjadi benar
Saat si wakil tak lagi amanah

Sungguh keji rasanya
Jika saat ini
Cinta hanya diukur
Dengan sebatas materi

Jumat, 03 September 2010

Sendiri Disini

Aku tetap disini..
Diam dan menyendiri..

Aku masih disini..
Menanti dan menanti..

Aku masih disini..
Hingga tak dapat berlari..

Aku masih disini,,
Dan tetap disini,,
Hingga sesorang menghampiri
dan Menemani...

Rindu Dirimu

Ayaahh...
Sampai kapan ku harus Menanti??
Katamu kau akan kembali??
Menemani hari hariku yang sepi..

Ayaahh..
Kapankah kau kembali??
Aku sudah tak kuat lagi,,
Hidup tanpa dirimu sepi..

Ayaahh..
Kini ku mulai menyadari,,
Dirimu tlah pergi,,
Dan takkan kembali..

Untaian Kata

Kadang ku berfikir..
Akan menjadi apa aku nanti??
Apakah aku bisa menjadi yang terbaik untuknya?
Hingga kini pertanyaan ini masih berkecamuk dalam benakku..
Apakah dya bisa tersenyum
Disana??
Melihatku yang semakin lama tumbuh dewasa,,
Berkembang..
Dan kini sudah mulai mengerti,,
Apa itu CINTA??
Dan akupun sekarang belum tahu,,
Apakah ia disana bisa menerima aku yang sekarang??
Yang mulai nakal dan tidak sepatuh dulu..
Aq sadar bahwa,,
Ia tidak akan senang dengan aku yang sekarang,,
Tapi inilah aq..
Aq yang dahulu belum mengerti apa-apa,,
Kini sudah memiliki segenap pengetahuan..
Aq yang dulu manja,,
Kini sudah menjadi anak yang lebih mandiri..
Aq yang dulu cengeng,,
Kini bisa lebih tegar mengahadapi realita kehidupan..
Maaf jika aku tidak bisa menjadi seperti yang kau inginkan..
Maaf jika aku tumbuh menjadi anak yang pembangkang..
Maaf jika aku telah mengecewakanmu..
Maaf jika aq hanya membuatmu menangis disana..
Maaf,,
Hanya satu kata yang dapat kuutarakan padamu
Inilah aq,,
Manusia biasa yang hanya menjalai hidup apa adanya..
Yang juga bisa menjadi egois dan pembangkang,,
Dan takkan pernah untuk menjadi seseorang,,
Yang beda,,
Yang berarti bukan aku seutuhnya..

Valentine bwatd "Wie"

Sebelumnya w mau ngasih tau nd mnta mav, puisi ini bkan original punya gw..
Ini puisi dari "Widagdo Bayuaji" yang gw ambil dari Anggrek Biru.
Jujur gw terkesan banget sama ni puisi, dan gw pengen lo semua baca, jadi gw copy ke blog gw ini.

"Valentine Bwadt Wie"

Inilah saat ingin ku sentuh lagi langitmu
Meski kau telah tertidur lama disini
Kutanam berikut rindu, yang tak gugur bermusim-musim
Ini Februari ke-10, aku bersimpuh lagi

Aku sendirian merajut dan menumbuhkan ini semua Wie
Untuk Kita,
Untuk sepi penggantimu
Terasa tetap manis kok Wie,
Saat kita berdekatan begini, disini
Di tiap Februari yang sama

Bolehkah aku menangis,
Sekali ini saja Wie?
Agar rindu kali ini sampai padamu
Lewat tetes embun pertama yang mengalir
Demi hidup yang terpasung olehmu
Aku tetap kekasihmu,
Sampai hela nafas terakhir
Met Valentine ya Wie...

Seneng banget deh bisa masukin karya sebagus ini di blog aq.
Aq kasih A+ buat mas Widagdo buat puisinya..

Penantian yang Panjang

Pagi ini,,
Aku sudah membuat rencana,,
Aku ingin menjalani setiap pagiku dengan senyummu,,
Melihat terbitnya matahari bersamamu
Membuat sarapan pagi untukmu,,
Dengan cintaku tentunya..
Tapi kau tak datang..

Siang ini aku berfikir,,
Ingin melewati siang hangat ini denganmu,,
Jalan-jalan,,
Bersenda Gurau,
Atau hanya dengan bermalas-malasan dirumah,,
Denganmu tentunya..
Tapi kau tak datang..

Di suatu senja aku berpikir..
Ingin menyaksikan
Mtahari terbenam,,
Ditengah desiran ombak pantai,,
Yang merajuk untuk aku terlelap
Dalam desiran ombak
Dan hembusan angin,,
Tapi kau juga tak kunjung datang..

Aku tak bergeming,,
Dan tetap menantimu,,
Walau kau tak kunjung datang,,
Aku tetap ingin menghadapi hari-hari ku bersamamu..

Hingga malam harinya aku masih berfikir,,
Aku ingin selalu bersamamu,,
Hinga nadi tak berdetak,,
Hingga napas tak berhembus,,
Dan hingga tubuh ini menyatu dengan tanah,,
Semua karena aku begitu mencintaimu..
Tapi kau belum juga datang

Dan semua itu terus berlanjut disetiap harinya..
Hingga pada malam hari,,
Aku mulai lelah menantimu yang tak kunjung datang,,
Ku buang semua asaku bersamamu,,
Ku tak mengerti apa yang ada dalam otak manusia itu??
Ku tak tahu, apakah ia sudah tidak mempunyai hatyi nurani??
Hingga membiarkan aku selalu menunggu dan menunggu kehadiranya,,

Dan saat ini juga aku mulai sadar dan berfikir,,
Untuk apa aku menanti orang yang sama sekali tidak memperdulikan aku??
Aku kini telah menemukan dia dalam hidupku,,
DIA yang tentunya LEBIH BAIK DARIMU!!
Dan aku bersumpah,,
Akan melupakan kenangan-kenangan tentangmu,,
Karena mengingatmu,,
Adalah hal yang sangat menyakitkan bagiku..

Andai Masih Ada Kesempatan

Telah habis waktuku
Menyesali semua ini
Deri fajar hingga petang
Diri ini tetap terpaku

Tak terasa
bulir bulir kristal jatuh dari kelopaknya
aku percaya
Andai saja ia melihatnya
Pasti akan murka

Salahku...
Semua ini salahku..
Bodohnya aku
Hingga tak tahu
Harus kemana aku berlari

Sang khalik kecewa,,
Mungkin,,
ia telah memberi persimapangan yang mudah..
Padahal,,
Itulah aku,,
Dengan sangat bodoh
Mengambil sisi yang lain..

Kini ku letih,,
Mungkin,,
Sampai tiba waktuku,,
Tetap kehilangan jiwa yang lain..
Sampai aku mengembara dalam
kegelapan..