Diary

Cinta Yang Kurasa

Yaa Robb,,
Mengapa masalah datang bertubi - tubi?
Mengapa semua berubah seperti neraka?
Aku selalu bersyukur atas nikmat yang telah engkau berikan Yaa Robb,,
Tak ada setitik penyesalan pun atas apa yang telah aku lakukan,,
Bahkan pada saat hati ini tak kuat menahan sakit,,
Aku bersujud padamu, Memohon petunjukmu,,
Memohon ampunanmu atas semua kesalahan ku selama ini..
Ya, aku hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.
Aku hanya sebutir debu yang koto bagimu Yaa Robb..
Sekarang aku kembali bersimpuh dihadapmu Yaa Robb,,
Kembali meminta petunjuk dariimu,,
Apa yang harus hamba lakukan dalam masalah ini?
Hamba tak ingin ada perpecahan diantara kami yang mengakibatkan kehilangan satu sama lain,
Hamba ingin semuannya kembali berjalan normal,,
Tanpa ada aturan-aturan yang terselip diantar hubungan kami..
Hamba selalu bertanya dalam hati?
"Yaa Robb, apakah memang tak ada lagi kepercayaan lagi dihatinya untukku?"
"Apakah dimatanya tak ada lagi kebaikan yang aku perbuat selama ini?"
"Apkah aku hanya akan menjadi pecundang selamanya baginya?"
"Apakah aku memang salah dan selamanya menjadi orang yang salah?"
"Apakah kebahagiaan memang tak pantas untuk aku raih?"
"Apakah aku tidak lagi memiliki hak untuk memperjuangkan suaraku?"
"Apakah tak ada lagi keindahan yang bisa ia lihat dari diriku yang hina ini?"
"Dan yang terakhir apakah aku sanggup apabila terus seperti ini, menahan tanis menjadi tawa, menahan pedih menjadi senyum, dosakah aku pabila tidak bisa menjadi orang yang berguna baginya, apakah harus aku pergi dari hidupnya agar aku mendapat kedamaian hati walau awalnya perih?
Jika memag itu terbaik untuk kita berdua?
Yaa Robb,,
Hanya engkau yang tahu garis hidupku yang sesunggunya..
,