Dia,,
Yang selau menemaniku disaat ku terpuruk dan terjatuh,,
Yang telah mengorbankan segalanya untuku, tentunya,,
Yang selalu sabar menghadapiku..
Yang terkadang seperti anak kecil..
Menurut dya tentunya,,
Aku yang egois,,
Aku yang tak mau mengalah,,
Aku yang Cengeng,,
Aku yang suka memaksakan kehendak,,
Aku yang tak bisa mengendalikan emosi ku yang labil,,
Dan berbagai "sifat" aku yang menjadi sisi negatif dari diriku..
Ia sabar,
Dewasa,
Berpikiran jauh ke masa depan yang cerah,,
Yang berhati hati dalam bersikap dan berucap,,
Sangat bertolak belakang denganku,,
Yang tidak sabaran,,
Berpikiran pendek untuk hari ini dan esok saja
Yang masih merengek seperti anak kecil,,
Yang mudah sekali tersulut emosinya,,
Yang brkata tanpa pikir panjang
Dan ternyata tanpa sengaja menyakti hati orang lain,,
"Aku akan membimbingmu dan membantumu menjadi lebih baik de"
Katanya,,
Dan aku sangat bangga memiliknya,,
Disaat aku mulai terpengaruh gejolak jiwa yang meledak ledak,,
"Kamu bisa berubah dan aku yakin kamu akan tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik"
Lanjutnya,,
Dan akupun selalu dibuat tenang oleh kata-katanya itu,,
Walaupun terkadang aku masih belum bisa mengerti maksud dari semuanya,,
Belum tahu dan belum bisa menerima atas sikapnya yang kian lama membuatku resah,,
Yang mengajariku dengan cara yang berbeda dari sudut pandang hidupku,,
Aku yakin ia akan melakukan yang terbaik untuku,,
Tapi aku bingung dengan perasaanya terhadapku..
Kadang saat ia mulai kecewa atas sikapku yang tak kunjung berubah,,
Yang selalu menjadi aku yang egois,,
Yang terkadang lupa ucapanku sendiri,,
Yang memang aku adalah tipe seorang yang mudah lupa,,
Ia juga meledak-ledak,,
Emosi tak terkontrol,,
Air mataku mengalir pun tak dapat menahan emosinya,,
Saat-saat seperti itu yang membuatku bingung,
Dia bisa menjadi pria yang sanagat lembut,
Sangat manja,,
Sangat perhatian,,
Pengertian,
Dan bisa menjadi pria yang sanagt dewasa membimbingku dengan segala kemampuan yang ada,,
Tapi dya juga bisa menjadi pria yang menyebalkan,
Apalagi saat dya juga bersifat keras seperti aku,
Saat dya marah yang membuat ku takut, malah ilfeel dibuatnya,,
Saat dya menangis menahan beban kesalahnku, bahkan sampai meledak ledak,,
Bisa sangat cuek dan tidak peduli denganku, walau aku marah dan menangis sekalipun,,
Heemm..
Aapkah kalian bisa membayangkan?
Seperti apa sesungguhnya pria yang aku tuliskan tadi?
Kalau bisa tolong beritahu akau bagaimana harus menyikapinya,,
Karena aku benar-benar bingung dibuatnya,,